Usai Insiden Longsor, Wisata Telaga Sarangan, Magetan Tetap Berjalan

Dewi Ulandari 17 Jan 2026 Wisata
Usai Insiden Longsor, Wisata Telaga Sarangan, Magetan Tetap Berjalan

KOMPAS™, MAGETAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan merespons terkait adanya tanah longsor yang menyeret wisatawan dan mengakibatkan tujuh sepeda motor wisatawan, tercebur ke Telaga Sarangan, pada Sabtu, (17/1).

Sekda Magetan Welly Kristanto mengatakan bahwa sampai saat ini masih berkomunikasi dengan Balai Besar Bengawan Solo, sekaligus berkoordinasi dengan pihak pengawas Telaga Sarangan.

“Ruas jalan sisi selatan yang longsor ditutup sementara baik dari arah timur maupun barat,” ujarnya.

Selain penutupan, juga dilakukan pengurangan debit air pada telaga sekitar 300 liter per detik, guna memudahkan proses evakuasi kendaraan yang tercebur.

Sedangkan untuk panjang medan tanah longsor mencapai 70 meter dengan lebar 2 meter, dan ketinggian 7 meter.

Orientasi langkah jangka panjang, pihaknya sudah melaporkan ke pimpinan pusat. Serta memberikan imbauan kewaspadaan pada masyarakat dan wisatawan untuk lebih waspada dan selalu berhati-hati.

Meski ada insiden tersebut, dia memastikan bahwa aktivitas wisata di Telaga Sarangan tetap berjalan.

“Aktivitas wisata di Telaga Sarangan tetap berjalan. Tetapi pada ruas sisi selatan tepatnya lokasi longsor, masih kami tutup,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menegaskan, pada saat libur panjang selalu menyiagakan personil gabungan, yang terdiri dari polsek, sampai Satuan Pamobvit, guna pengamanan lokasi wisata.

“Apabila terjadi musibah, kami terjunkan langsung gabungan dengan stakeholder terkait, baik dari pemkab, TNI maupun unsur BPBD,” katanya.

Terkait mitigasi, Dia, mengaku telah melakukan pemetaan bersama dengan pemerintah daerah, khususnya wilayah rawan tanah longsor.

“Sudah ada upaya penanganan lebih lanjut, supaya tidak terjadi musibah yang memakan korban jiwa di lokasi rawan longsor, termasuk di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan,” pungkasnya. (*)