Dulu Sampah, Kini Berkah. Revolusi Bank Sampah Bedikulon Bungkal Ponorogo
KOMPAS™, PONOROGO – Keberhasilan edukasi Tim Bank Sampah Sumber Berkah, Dusun Bogem, Desa Bedikulon, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo dalam mengimplementasikan jargon Dulu Sampah Sekarang Berkah berhasil memberikan pundi-pundi rupiah terhadap warganya.
Masyarakat bisa menabung atau menjual sampah dengan menyetorkan langsung atau melalui bank sampah keliling untuk mendapatkan uang. Sedangkan pencairan/pembayaran sangat fleksibel tergantung kepada masing-masing individu apakah akan langsung dicairkan atau akan ditabung, kemudian misalnya digunakan untuk membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB), dan lainnya.
Adapun sampah yang diterima yakni berupa kardus, zak semen, duplek, kertas, kaleng, seng, besi, aluminium, botol gelas atau plastik, kerasan, dan jelantah.
Ketua Bank Sampah Sumber Berkah, Siti Mukaromah mengatakan bahwa inisiatif itu berawal dari keikutsertaannya dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo sebagai upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) secara berkelanjutan.
“Muncul ide Bank Sampah, yang nantinya bisa mengatasi permasalahan sampah rumah tangga, disamping mengedukasi, juga memberikan penghasilan bagi warga,” ungkapnya. Kamis, (19/2).

Menurutnya adanya bank sampah yang terkelola dengan baik, disamping akan mengurangi sampah rumah tangga, juga akan memberikan penghasilan tambahan buat masyarakat.
“Hal ini lebih diterima oleh masyarakat, karena juga berdampak langsung pada penambahan penghasilan,” tuturnya.
Bank Sampah Sumber Berkah yang berdiri sejak April 2024, sekarang berevolusi menjadi salah satu solusi peningkatan ekonomi bagi masyarakat Desa Bedikulon bahkan sudah menjamah keluar desa. Sampai sekarang rata-rata dalam sebulan bisa mengumpulkan sekitar 1.500 kilogram.
Terkait kendala yang dialami, dia mengatakan membutuhkan kendaraan roda tiga (R3) untuk sarana Bank Sampah Keliling, karena sekarang masih menggunakan ‘gledekan’ (baca: gerobak kayu. Jawa.red).
“Kita membutuhkan kendaraan roda tiga (R3) guna menunjang bank sampah keliling,” ungkapnya.
lebih lanjut Siti Mukaromah menjelaskan bahwa terkait pencairan tabungan biasanya masyarakat mencairkan tabungan sampahnya menjelang puasa atau mendekati lebaran.
“Biasanya warga mencairkan tabunganya saat menjelang Ramadhan atau mendekati Hari Raya Idul Fitri,” pungkas Siti Mukaromah, Ketua Bank Sampah Sumber Berkah, Bogem, Bedikulon, Bungkal, Ponorogo. (Dekik).