Satgas Pangan Ponorogo Pantau Harga dan Stok Bapokting Jelang Ramadhan

Hari Prasetyo 11 Feb 2026 Berita
Satgas Pangan Ponorogo Pantau Harga dan Stok Bapokting Jelang Ramadhan

KOMPAS™, PONOROGO – Menjelang bulan Ramadan, Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan Polres Ponorogo melalukan pengawasan terhadap harga dan stok bahan pokok penting (bapokting). Selasa, (10/2).

Sejumlah pasar tradisional hingga toko modern disisir untuk memastikan harga dan stok bapokting tetap terkendali dan aman.

Pemantauan dilakukan di Pasar Legi Ponorogo, Pasar Sumoroto, Pasar Bungkal, serta swalayan modern Surya di Jalan Soekarno Hatta, Ponorogo.

Tim Satgas Saber yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengecek satu per satu komoditas pangan, mulai dari bumbu dapur, daging ayam dan sapi, beras, minyak goreng, telur, hingga bahan pokok lainnya.

“Secara umum stok bapokting aman dan harga relatif stabil. Beras, telur, minyak goreng sampai bumbu dapur stoknya tercukupi,” ujarnya.

Saat pengecekan di Pasar Legi Ponorogo, satgas menemukan kenaikan harga cabai rawit mencapai Rp78.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp60.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi faktor cuaca. Musim hujan menyebabkan pasokan terganggu karena banyak hasil panen yang membusuk.

Cabai rawit memang naik, tapi masih dalam batas wajar. Sementara komoditas lain cenderung stabil, bahkan ada yang turun,” jelasnya.

Selain memantau harga, Satgas Saber juga memastikan tidak ada penimbunan maupun permainan harga di pasar tradisional maupun modern di wilayah Ponorogo.

“Tidak ditemukan pelanggaran. Harga cenderung stabil,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan sejauh ini ketersediaan bahan pokok, seperti beras dan lain lain, sangat aman.

“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan semua stakeholder untuk memastikan ketersedian dan harga bahan pokok aman pada bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri nanti di Ponorogo,” pungkasnya. (*)