Parapatan Cabang PSHT Ponorogo, Merajut Silaturahmi Menjalin Persaudaraan
KOMPAS™, PONOROGO – PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, menggelar parapatan cabang, agenda rutin organisasi ini sebagai forum pergantian kepemimpinan, sekaligus sarana konsolidasi nilai dan arah gerak Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Acara di Padepokan Jalan Raya Ponorogo-Psacitan. Minggu, (26/4).
Mengusung tema Merajut Silaturahmi, Menjalin Persaudaraan, kegiatan ini dihadiri langsung Ketua PSHT Pusat Madiun, Kang Mas Murdjoko, Ketua Dewan Pusat Kang Mas Issoebiyantoro, Plt Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita, jajaran Forkopimda, pengurus cabang, dewan cabang, hingga para ketua ranting se-Kabupaten Ponorogo.
Kang Mas Murdjoko memberikan apresiasi tinggi kepada kinerja pengurus PSHT Cabang Ponorogo. Ia menilai, cabang ini mampu menunjukkan progres yang membanggakan, baik dari sisi organisasi maupun pembinaan anggota.
“Ini bagian dari mekanisme organisasi sesuai AD/ART tahun 2026. Siapapun yang terpilih nanti, harus mampu membawa PSHT Ponorogo semakin baik dan tetap eksis,” tegasnya.

Selain itu, Ia menyinggung dinamika organisasi yang belakangan terjadi. Meski diwarnai berbagai persoalan, ia berharap PSHT Cabang Ponorogo tetap solid dan tidak terpecah.
“Kita harus tetap tegak menjaga marwah ajaran PSHT. Legalitas kita jelas secara hukum, dan itu harus menjadi kekuatan, bukan justru melemahkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah hak kekayaan intelektual PSHT mulai dari lambang, jurus, mars, hingga atribut telah memiliki perlindungan hukum resmi. Bahkan, hak tersebut telah diperpanjang hingga tahun 2036, termasuk hak eksklusif atas sejumlah elemen budaya dan identitas organisasi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat Kang Mas Issoebiyantoro dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas internal. Ia mengingatkan agar seluruh warga PSHT tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.
“Siapapun yang terpilih menjadi ketua cabang, wajib didukung. Tidak perlu debat kusir. Kalau ingin tahu arah organisasi, cukup baca buku putih,” ujarnya
Ia juga menyampaikan doa dan harapan kepada Bunda Lisdyarita agar segera dilantik menjadi Bupati Ponorogo definitif.
Di sisi lain, kehadiran Bunda Lisdyarita menjadi warna tersendiri dalam acara tersebut. Selain sebagai kepala daerah, ia juga merupakan bagian dari keluarga besar PSHT. Bahkan, dalam kesempatan itu ia mengenakan busana sakral PSHT, simbol keterikatan emosional dan spiritualnya dengan organisasi.
Dalam sambutannya, ia berharap parapatan cabang ini mampu melahirkan pemimpin yang amanah dan membawa kemajuan bagi PSHT Ponorogo.
“Semoga berjalan lancar, sukses, dan menghasilkan pemimpin terbaik sesuai harapan kita semua,” ucapnya.
Parapatan cabang ini menjadi lebih dari sekadar forum organisasi. Ia adalah cermin bagaimana PSHT terus berupaya menjaga keseimbangan antara tradisi, legalitas, dan dinamika zaman. Di tengah berbagai tantangan, satu hal yang tetap dijaga: persaudaraan sebagai ruh utama.
“Semangat harus diteguhkan bahwa PSHT bukan hanya tentang bela diri, tetapi juga tentang menjaga nilai, merawat kebersamaan, dan menegakkan marwah organisasi,” pungkas Lisdyarita, Plt. Bupati Ponorogo. (*)

