Sadar Imunisasi – Takut Vaksin, Sosialiasi Harus Masif

Sadar Imunisasi – Takut Vaksin, Sosialiasi Harus Masif

25/07/2021 0 By Hari Dekik

KOMPASNUSANTARA, PONOROGO – Meningkatnya status pandemi covid-19 berawal dari sebutan warna hijau, orange, merah sekarang sampai ke level-level tertentu bahkan sampai delta, dan entahlah nanti dengan sebutan apalagi?. Ini mencerminkan covid-19 ini begitu mewabah dan sulit dibendung, ini yang membuat pemerintah menargetkan “kesadaran vaksinasi” untuk 70% lebih penduduk Indonesia.

Upaya pemerintah terus berjalan dengan berbagai macam metode dan peraturan, sampai relokasi anggaran dimasing-masing pemerintahan. Akankah besarnya anggaran akan berbanding lurus dengan penurunan pandemi ini, ketika kesadaran masyarakat sendiri masih kurang.

Kembali tentang vaksinasi, masyarakat masih sangat ambigu atau tepatnya takut sakit. Namun itu berbanding terbalik dengan saat disarankan untuk vaksinasi, mayoritas mereka yang kurang menerima sosialiasi atau malah sosialisanya yang kurang, cenderung berpegang teguh pada tetangganya yang setelah divaksin malah merasakan sakit.

Mari kita mencoba mengingat saat kita atau anak cucu kita saat diimuniasi, mereka hampir pasti akan mengalami perubahan suhu tubuhnya, sehingga setelah diimunisasi malah rewel dan menangis, itu hanya efek sementara, walaupun sebenarnya yang tanpa efek juga banyak.

Sama sebenarnya antara imunisasi dan vaksinasi, tapi kenapa masyarakat banyak yang ketakutan walaupun sebenarnya kalaupun ada efeknya, itu hanya sementara dan kekebalan tubuh akan meningkat setelah vaksinasi, peribahasa “Berakit-rakit dahulu berenang kemudian”, saya kira tepat untuk hal ini.

Atau misalkan begini setiap orang mau melompat lebih jauh tentunya dia akan mengambil sedikit langkah mundur dulu untuk lompatan terjauhnya. Sama halnya untuk mendapatkan kekebalan tubuhnya meningkat, harus sedikit sakit dulu terkena jarum suntik, bukankah itu sangat tidak sepadan, sakit beberapa hari untuk sehat selanjutnya dan itupun tidak semua orang yang divaksin mengalami efek itu.

Masyarakat sebenarnya sangat sadar dan yakin imuniasi pada balita itu sangat berguna untuk kekebalan tubuh selanjutnya, namun ketika vaksin yang untuk dirinya sendiri masih banyak yang takut hanya karena efek sementara dari vaksin yang itupun tidak semua orang yang vaksin mengalami.

Disinilah pentingnya peran satgas covid tingkat desa dituntut mampu memberikan pemahaman terhadap masyarakatnya, tentunya anggaran covid-19 juga digunakan untuk melakukan sosialisasi yang masif tentang kesadaran vaksinasi.

Penulis Hari Prasetyo
LPM Oase Nusantara Ponorogo

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi kompasnusantara.co.id