Paskibraka Ponorogo, Representasi Rasa Bangga Anak Bangsa
KOMPAS™, PONOROGO – Sebanyak 72 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ponorogo 2025 terpilih dari 402 pendaftar. Dua di antaranya mendapat kepercayaan menjadi bagian dari Paskibraka Provinsi Jawa Timur.
Bambang Hermawan, kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebanggaan, Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama di Bakesbangpol Ponorogo mengatakan, “Mereka adalah yang terbaik. Jumlah peminat meningkat tajam, tahun lalu hanya tercatat 310 pendaftar,” katanya saat memantau latihan Paskibraka di Alun-Alun Ponorogo, Selasa (12/8) siang
Puluhan anggota Paskibraka itu adalah pelajai yang berasal dari 20 sekolahan SMA/MA/SMK di Ponorogo.
Menurutnya pendaftar pada tahun ini meningkat dibandingkan keterwakilan tahun lalu yang hanya dari 13 sekolah.
“ini menunjukkan pemerataan kesempatan bagi seluruh pelajar di Ponorogo untuk berpartisipasi,” terangnya.
Proses seleksi Paskibraka mengombinasikan tes daring dan luring. Tes daring meliputi seleksi administrasi, tes intelegensia umum (TIU), wawasan kebangsaan, dan ideologi Pancasila. Sedangkan tes luring mencakup seleksi kesehatan, kesamaptaan, dan baris-berbaris. Dari proses seleksi itu akhirnya sebanyak 72 pelajar dinyatakan lolos.
“Paskibraka Ponorogo sudah memulai latihan sejak 21 Juli lalu,” ungkapnya.
Latihan intensif berlangsung mulai Senin hingga Sabtu di bawah bimbingan Kodim 0802/Ponorogo, Polres Ponorogo, dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Selama tahapan latihan dan persiapan, anggota Paskibraka menjalankan tradisi Desa Bahagia dengan pemilihan pak lurah dan perangkatnya.
“Tujuan utama kami bukan hanya melatih baris-berbaris, melainkan juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air kepada para anggota Paskibraka,” terangnya.
Paskibraka akan bertugas dalam upacara pengibaran dan penuruan Bendera Merah Putih pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (17/8/20). Anggota Paskibraka juga akan menampilkan formasi Garuda dan angka 80 dalam upacara pengibaran bendera pada pagi hari. Sedangkan dalam upacara penurunan bendera sore hari akan ada penampilan formasi Reog Ponorogo.
“Representasi kebanggaan sebagai anak bangsa. Kami berharap Paskibraka Ponorogo 2025 menjadi teladan bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai bangsa ini,” pungkasnya. (*)


