Rasakan Pasar Tradisional Tempo Dulu di Pasar Jenar Pagerukir Ponorogo

Hari Prasetyo 21 Dec 2025 Budaya, Kuliner, Wisata
Rasakan Pasar Tradisional Tempo Dulu di Pasar Jenar Pagerukir Ponorogo

KOMPAS™, PONOROGO – Kesan kental pasar tradisional tempo dulu, saat mengunjungi Pasar Jenar di bawah kaki Bukit Cumbri, tepatnya di situs Watu Dukun, Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (21/12).

Mengusung konsep transaksi menggunakan uang kepeng berbahan kayu, pasar tradisional ini menghadirkan pengalaman jual beli dengan kuliner khas pedesaan ala tempo dulu.

Mengangkat potensi lokal desa, menarik pengunjung pasar dibuka pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB, pengunjung luar desa dari berbagai daerah turut memadati pasar tradisional tersebut.

Perlu diketahui pembelian harus menggunakan uang kepeng dari kayu, jadi sebelum berbelanja, pengunjung diwajibkan menukarkan uang rupiah dengan uang kepeng kayu bertuliskan nominal tertentu yang disediakan oleh panitia.

Sistem transaksi ini menjadi daya tarik utama Pasar Jenar karena memberikan pengalaman berbeda dan bersifat edukatif, khususnya bagi generasi muda yang belum pernah merasakan praktik jual beli tradisional tempo dulu.

Beragam kuliner khas desa tersaji di Pasar Jenar, mulai dari nasi tiwul, nasi jagung, soto ayam kampung, nasi pecel, hingga jajanan tradisional seperti gethuk, kicak, dan klepon.

Aneka minuman tradisional seperti dawet, parem, beras kencur, kopi, dan teh turut melengkapi suasana pasar yang menambah kentalnya tradisi budaya Jawa tempo dulu.

Salah satu pengunjung asal Kabupaten Magetan, Deny Rubi, mengaku sengaja datang untuk menikmati kuliner tempo dulu yang jarang ditemui di pasar modern.

Ia menilai konsep Pasar Jenar mampu menghadirkan suasana berbeda dan berkesan.

“Saya memang ingin merasakan kuliner tempo dulu. Masakannya enak-enak dan suasananya juga beda,” katanya.

Meski demikian, Deny berharap ke depan fasilitas pendukung dapat ditingkatkan, khususnya ketersediaan tempat duduk bagi pengunjung.

“Mungkin tempat duduknya bisa ditambah atau ditata lebih baik, supaya pengunjung bisa lebih santai,” ujarnya.

Penggagas Pasar Jenar, Erna Kristiani, mengatakan kegiatan ini telah digelar untuk keempat kalinya dan rutin dilaksanakan setiap Minggu Pahing dalam penanggalan Jawa.

Ke depan, panitia berencana meningkatkan frekuensi pelaksanaan menjadi dua kali dalam sebulan.

“Ini yang keempat kalinya kami gelar setiap Minggu Pahing. Ke depan, rencananya bisa dua kali dalam sebulan,” katanya

Menurutnya, Pasar Jenar tidak hanya bertujuan menggerakkan perekonomian warga, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk mencintai dan menjaga kelestarian alam. Karena Desa Pagerukir berada di kawasan kaya sumber mata air sehingga keseimbangan lingkungan menjadi perhatian bersama.

Ia juga berharap Pasar Jenar dapat berkembang menjadi destinasi wisata penyangga ketika Monumen Reog di kawasan tersebut mulai difungsikan.

Dengan perpaduan wisata alam, budaya, dan kuliner tradisional, Desa Pagerukir diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Ponorogo. (*)