Pemotongan Bansos Siswa, Kembali Mencuat di Ngrayun, Ponorogo

Hari Prasetyo 30 Jan 2026 Pendidikan
Pemotongan Bansos Siswa, Kembali Mencuat di Ngrayun, Ponorogo

KOMPAS™, PONOROGO – Mencuat kembali adanya dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Kecamatan Ngrayun, kini MA Al Hikmah Baosan Kidul menjadi disorot setelah adanya curhatan wali murid.

Menurutnya ada sekitar 63 siswa yang mendapat PIP dan dilakukan pemotongan tanpa adanya penjelasan yang transparan.

Jumlah tersebut dari siswa kelas X, XI, dan XII di MA Al-Hikmah Baosan Kidul yang menerima PIP dan diduga dipotong masing-masing sebesar Rp500 ribu.

“Pemotongannya Rp500 ribu per siswa, tapi tidak pernah dijelaskan untuk apa. Waktu wali murid bertanya, tidak ada jawaban yang tegas dari pihak guru,” ujarnya, Kamis (29/1) melalui daring.

Menurutya, sebelum pencairan dana PIP sempat dilakukan pertemuan dengan wali murid. Namun, dalam forum tersebut tidak ada yang berani mempertanyakan secara terbuka soal pemotongan dana. Akibatnya, pemotongan berjalan tanpa kejelasan dasar dan mekanismenya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa proses penyerahan dana dilakukan tanpa adanya tanda terima yang resmi.

Setelah dana PIP dicairkan, siswa atau wali murid diminta untuk menyetorkan sejumlah uang ke sekolah pada keesokan harinya, tanpa kwitansi atau tanda terima resmi.

“Tidak ada bukti pembayaran. Hanya setor saja ke sekolah, tanpa kwitansi. Kami juga tidak tahu uang itu untuk apa,” katanya.

Selain persoalan PIP, wali murid juga mempertanyakan adanya pungutan di luar SPP sebesar Rp 20 ribu per bulan yang disebut sebagai biaya ekstrakurikuler.

Namun, dalam praktiknya, setiap kali ada kegiatan, siswa tetap diminta untuk patungan secara terpisah.

“Katanya untuk ekstra kurikuler, tapi kalau ada kegiatan tetap patungan lagi. Bahkan sekarang kegiatannya dimatikan karena alat-alatnya rusak semua. Jadi kami bertanya-tanya, uang Rp 20 ribu setiap bulan itu untuk apa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Yayasan Al Hikmah Baosan Kidul, Dairin, saat dihubungi mengaku tidak mengetahui adanya dugaan pemotongan dana PIP tersebut. Ia menyatakan bahwa pengelolaan teknis terkait dana PIP sepenuhnya dilimpahkan kepada pihak sekolah.

“Saya belum mengetahui soal itu. Untuk teknis di lapangan, silakan konfirmasi langsung ke pihak sekolah,” kata Dairin saat dikonfirmasi, Jumat, (30/12).

Sampai sekarang, Kepala MA Al Hikmah Baosan Kidul, Ngrayun, Ponorogo belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan dana PIP dan pungutan tambahan tersebut. (*)