Prabowo Tegaskan, Tidak Alergi Kritik dan Tuntaskan Kasus Intimidasi Terhadap Aktivis
KOMPAS™, NASIONAL – Dalam acara Mosat TV, Najwa Shihab (Nana) mengkritisi tentang adanya tindakan intimidasi terhadap para mahasiswa dan aktivis HAM, bahkan penangkapan mahasiswa dan aktivis terbesar sejak masa reformasi. Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam diskusi tersebut menjawab tegas setiap pertanyaan dari tim diskusi.
Nana mengkritisi kejadian hangat, tentang adanya penyiraman air keras terhadap Andri Yunus, Aktivis Kontras disiram air keras luka bakar hampir 20 persen, sampai kornea mata sebelah kanan rusak. Nana menyebut Kapolri mengatakan sudah diperintah langsung oleh presiden untuk mengusut tuntas. Menteri Koordinasi Hukum Yusril Ihza Mahendra, Komnas HAM, Komisi III DPR semuanya menilai ini bukan sekedar tindakan kriminal, tetapi merupakan serangan terhadap demokrasi, serangan terhadap pembela HAM.
Dia mempertanyakan, selama ini kasus-kasus seperti itu terus terulang dan penanganan cenderung tidak sampai pada pelaku utama, melainkan hanya pada pelaku lapangan saja. Setahun terakhir ada kasus Wartawan Tempo Fransiska Kristi Rosana, Tiyo Ardianto, Ramon Deni Adam, Virdian Aurelio, Sherly Annavita Rahmi, Adam Damanik, Zainal Arifin Mochtar, semuanya kritis dalam mengemukakan pendapat di ruang publik menerima intimidasi setelah menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
“Seakan ruang kebebasan bersuara mengemukakan pendapat semakin sempit,” ringkasnya.
Menurutnya, banyaknya kasus yang tidak selesai dengan tuntas, akhirnya membuat persepsi publik bahwa dalang dibalik teror terhadap mahasiswa dan para aktivis yang menyuarakan kritiknya itu adalah negara.
Menyikapi apa yang menjadi kegelisahan para mahasiswa dan aktivis yang disampaikan oleh Nana, Presiden Prabowo Subianto menjawab dengan tegas, bahwa semua itu merupakan bentuk tindakan terorisme yang kejam dan biadab.
“Ya, pastilah, ini merupakan serangan terorisme, iya kan, ini tindakan kejam, tindakan biadab harus kita kejar, harus kita usut, sampai yang nyuruh, sampai yang bayar termasuk apabila itu pejabat negara, saya tidak akan melindungi ataupun memberikan imunitas terhadap pelaku tersebut,” tegasnya.
Terkait kebebasan bersuara untuk menyampaikan pendapat, dia mengajak untuk merasakan yang terjadi selama ini, apakah ada pembatasan seperti di negara lain, kita tidak membatasi medsos biarpun banyak fake, hoaks. “Kebebasan bersuara masih dijamin di negara ini,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo mengajak berpikir dan menganalisa secara hari-hati mana itu yang provokasi dan yang bukan. Dia menganbil contoh, misal ada provokasi seolah-olah itu dilakukan oleh Palestina, tapi ternyata itu dilakukan oleh Mosat. Hal ini yang perlu kita cermati dalam mengambil tindakan, karena ada juga serangan provokasi yang mengarahkan seolah-oleh negara kita adalah negara otoriter.
“Cita-cita saya, ingin menjamin bahwa negara kita beradab, pemerintahan bersih, saya ingin punya polisi yang bersih, jaksa yang bersih, intelegen yang bersih. Saya ini juga korban juga, tapi saya berpikir yang besar agar pangan kita aman terjangkau, kita ambil contoh saat ini Bulan Ramadhan dan dalam gejolak perang, harga pangan kita sangat stabil kan, ini yang lebih penting,” terangnya.
“Percayalah, saya dipilih oleh rakyat dan saya akan membela rakyat, saya tidak ingin hal-hal seperti itu terjadi, saya masih menjabat 1,5 tahun, masih ada waktu untuk membuktikan itu,” tegasnya.
Dia juga mempertegas bahwa mengkritisi pemerintah itu boleh, tidak dilarang, dan tidak boleh ada diintimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritikanya di ruang publik. Realita itu ada, seperti dapur MBG, ada 1.030 yang sampai saat ini di suspend, akibat tidak memenuhi standar.
“Saya ingin menegakkan hukum, memang aparat kita banyak kekurangannya, sudah banyak dirjen-dirjen yang kita pecat, BUMN yang merupakan tempat kebobolan terbesar uang negara, sering kita bersihkan, ini masalah Indonesia dimana-mana, percayalah tidak ada niat dari pemerintahan saya untuk melakukan hal-hal kotor tersebut,” ungkapnya.
Sampai hari ini rakyat masih mendukung saya, kalau memang rakyat tidak suka saya, rakyat bisa turun ke jalan rame-rame, tapi rakyat tidak bodoh, mereka tau kalau rusuh negara yang rugi, rakyat yang rugi, “Tunggu dong, 2029 nanti kalau mau mengganti saya, kan jadi negara yang beradab,” ujarnya.
Menurut Prabowo, yang perlu dipahami bahwa distabilisasi, diinformasi itu bagian dari negara, jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian dalam hal itu, untuk memprovokasi rakyat negara lain ada gerakan rezim change dan colour revolution.
Prabowo, menegaskan bahwa ia membaca setiap kritik-kritik yang ada, benar ada sebagai yang menghendaki rezim change, sedangkan menyinggung soal makar, seperti membakar gedung MPR, kantor gubernur ya itu makar, karena merusak fasilitas institusi negara, bawa bom molotov, bakar-bakar ya kriminal.
“Saya bersumpah akan melindungi rakyat, saya tidak rela ketika saya dipanggil Tuhan nanti, negara ini dikuasai oleh maling-maling, oleh bandit-bandit yang menyusahkan rakyat,” pungkasnya. (*)

