Resiko Penyakit Jantung Mengintai, Ini Ulasan Dokter RSUD dr. Sayidiman Magetan

Resiko Penyakit Jantung Mengintai, Ini Ulasan Dokter RSUD dr. Sayidiman Magetan

KOMPAS™, MAGETAN – Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang. Angka fantastis dicatat RSUD dr. Sayidiman Magetan, kunjungan pasien di Poli Jantung rata-rata mencapai 80 hingga 100 orang per hari, dan angka tertinggi menyentuh angka 130 pasien.

dr. Much Muzakky M.F, Sp.JP., Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Sayidiman mengungkapkan ada tiga kondisi yang paling mendominasi pasien yang datang, yakni Gagal Jantung, Jantung Koroner, dan Aritmia (kelainan irama jantung).

Kondisi ini umumnya menyerang usia di atas 40 tahun, terutama mereka dengan faktor risiko yang tidak terkontrol. Penyakit seperti darah tinggi menahun, kencing manis (diabetes), kebiasaan merokok, hingga riwayat keluarga menjadi pemicu utama.

“Gaya hidup sedentari atau malas bergerak juga menyumbang akumulasi kerusakan jantung di masa depan. Jika faktor risiko ini tinggi, penyakit jantung pasti akan mengintai,” ujar, Rabu, (22/4).

Menghindari hal tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan kesehatan jantung. Skrining sejak dini, terutama bagi yang sudah berusia 40 tahun ke atas, jauh lebih baik daripada datang ke IGD dalam kondisi sudah buruk.

Sementara faktor yang tidak bisa diubah adalah usia, jenis kelamin laki-laki, dan faktor genetik.

Sedangkan faktor yang bisa dikontrol adalah gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik.

Untuk menekan risiko serangan jantung, ada tiga langkah kunci, yakni:

  1. Olahraga Teratur: Minimal 150 menit seminggu (misalnya 5 kali seminggu, masing-masing 30 menit). Cukup olahraga ringan seperti jalan kaki atau jogging.
  2. Jaga Pola Makan: Hindari makanan tinggi lemak, kolesterol, dan jeroan. Perbanyak sayur dan buah yang kaya serat untuk mengikat kolesterol di usus.
  3. Berhenti Merokok: Racun dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah bagian dalam dan memicu terbentuknya plak kolesterol yang sewaktu-waktu bisa pecah dan fatal.

Masyarakat diminta waspada jika mengalami nyeri dada dengan ciri-ciri berikut:

  1. Nyeri dada pertama kali yang terasa sangat kuat.
  2. Nyeri bersifat persisten (terus-menerus) selama lebih dari 20 menit.
  3. Sensasi dada terasa penuh, sesak (ampak), dan nyeri tidak bisa ditunjuk satu titik.
  4. Nyeri menjalar hingga ke leher dan lengan kiri.
  5. Nyeri yang semakin lama semakin memberat.

“Jangan menunggu sampai sesak atau kondisi parah. Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk warga di desa. Pola konsumsi minuman manis dan makanan instan saat ini membuat risiko diabetes dan jantung koroner merata di mana-mana,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia berharap dengan adanya edukasi ini, kesadaran masyarakat Magetan untuk melakukan deteksi dini dan memulai hidup sehat dapat meningkat guna menekan angka fatalitas penyakit jantung. (*)