SPPG Patihan Kidul Siman Diapresiasi KPM Karena Edukatif dan Komunikatif

SPPG Patihan Kidul Siman Diapresiasi KPM Karena Edukatif dan Komunikatif

KOMPAS™, PONOROGO – Pondasi komunikatif berbasis kekeluargaan yang dibangun oleh Yayasan, Mitra dan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Patihan Kidul Siman diapresiasi memberi dampak positif pada peningkatan layanan program MBG.

Kepala SMPN 1 Siman, Mulin mengatakan bahwa pelayanan SPPG Patihan Kidul sangat baik, setiap ada saran dari KPM terkait sajian dan menu MBG selalu mendapat respon balik. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan MBG selanjutnya.

“Mereka responsif ketika ada masukan, yang penting sesuai standar bakal direalisasikan, tapi bila tidak sesuai prosedur diberikan penjelasan, ini edukatif untuk peningkatan layanan,” ungkapnya.

Seperti saat anak-anak minta menu bersambal, itu disikapi dengan bijaksana oleh pihak SPPG, “Ya intinya mereka sangat komunikatif, dan kita suka akan pelayanan tersebut,” ujarnya Rabu, (6/5).

Sementara Ahli Gizi SPPG Patihan Kidul Siman, Frisilia Elista mengatakan bahwa menu bersambal memang tidak direkomendasikan karena berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, seperti diare. Namun adanya permintaan dari para KPM kadang diberikan menu ada sambalnya dengan sajian terpisah.

“Sambalnya dibuat khusus tidak pedas, untuk menghindari potensi gangguan kesehatan,” ungkapnya.

Sementara Mitra SPPG Patihan Kidul Siman, Sugeng Srikandi mengatakan bahwa memang dia berkomitmen membangun hubungan kekeluargaan dengan KPM.

“Jadi para KPM itu ya keluarga kami, anak-anak ya anak kami, kita layani mereka dengan baik selain karena itu amanah program, ya mereka kita anggap keluarga sendiri,” jelasnya.

Bahkan ia meminta apabila ada anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang yatim piatu, bilamana mau akan dibiayai oleh yayasannya sampai Sarjana.

Menurutnya memberikan makanan yang sehat bergizi dan membiayai sekolah anak-anak yatim piatu merupakan bagian dari ikhtiar membangun masa depan Indonesia melalui mereka. “Itu tabungan dunia akherat, negara dan agama,” pungkas Sugeng Srikandi, Mitra SPPG Patihan Kidul Siman Ponorogo. (*)