Adanya Gletuk Harga Kuliner Sarangan, Disbudpar Magetan Lakukan Pembinaan
KOMPAS™, MAGETAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan memanggil para anggota paguyuban pelaku usaha. Hal ini usai viralnya keluhan wisatawan soal “gletuk” harga penjual kuliner di Wisata Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur.
Pertemuan juga diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pertemuan ini berlangsung selama 2 jam di Restoran Klothok Lawu Sarangan, Jumat (9/1) pagi.
Sebelumya Beredar di media sosial sebuah foto yang menampilkan harga makanan dan minuman, disertai curhatan dari akun Facebook Agus Suyono.
Dalam postingannya, Agus membagikan pengalamannya saat menikmati momen liburan di kawasan Wisata Telaga Sarangan. Postingan itu mengeluhkan harus membayar setengah juta lebih saat membeli minuman bersama 20 wisatawan yang menunggu jemputan ke halte bus.
Joko Trihono, Kadisbudpar Kabupaten Magetan saat pertemuan berlangsung menekankan pembinaan pedagang dan pelaku jasa pariwisata, yang ada di kawasan Wisata Telaga Sarangan
“Teman-teman paguyuban tadi menyampaikan dari sekian anggota, memang ada yang sulit dikasih pemahaman,” ungkapnya
Di satu sisi, aksi gletuk harga dari penjual kuliner di Wisata Telaga Sarangan, yang dikeluhkan wisatawan hingga viral di media sosial pada momen libur Nataru 2025-26, menjadi pelajaran penting. Oleh karena itu, Dia mengharapkan kebijaksanaan dari netizen.
“Selain para pelaku sudah memasang daftar harga. Ketika menemui sesuatu hal yang tidak bagus atau tidak baik di lokasi pelaku jasa usaha, khususnya kuliner, langsung saja disampaikan, jadilah konsumen yang cerdas,” katanya.
Dia berpesan, jangan memberikan justifikasi di media sosial, yang pada akhirnya merugikan bagi pelaku jasa usaha wisata yang lain.
Adanya pengemis dan pengamen juga menjadi pembahasan dalam kesempatan ini, untuk menjaga kenyamanan para pengemis dan pengamen di lokasi wisata Telaga Sarangan perlu dilakukan penindakan tegas dari pihak berwajib.
“Para pedagang makanan juga minta pengecekan kesehatan. Artinya ini menjadi sebuah bahan membantu menaikkan kelas Telaga Sarangan,” terangnya.
Menurutnya, Telaga Sarangan merupakan wisata legendaris di Kabupaten Magetan dan menjadi favorit bagi banyak pengunjung. “Problem ini akumulasi penyelenggaraan kepariwisataan selama ini dan diperlukan penanganan yang lebih profesional,” tandas Joko Trihono, Kadisbudpar Kabupaten Magetan. (*)

