13 Jamaah Ibadah Umrah Asal Ponorogo Sempat Tertahan di Jeddah
KOMPAS™, PONOROGO – 13 dari 38 jamaah ibadah Umrah asal Ponorogo sempat tertahan di Jeddah selama 3 malam sebelum akhirnya bisa dipulangkan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo, Marjuni mengatakan data terbaru menunjukkan ada 38 jamaah asal Ponorogo yang sedang beribadah di Makkah dan Madinah.
“Dari penyelenggara perjalanan ibadah Umrah yang beroperasi di Kabupaten Ponorogo, insya Allah sampai dengan hari ini yang update ada 38 jamaah Umrah yang sedang melaksanakan Umrah di Tanah Suci,” ujar Marjuni, Rabu (4/3).
Dia memastikan seluruh jamaah yang saat ini berada di Makkah maupun Madinah dalam kondisi aman dan sehat. Namun, ia membenarkan ada 13 jamaah dari salah satu PPU yang sempat tertahan di Jeddah saat jadwal kepulangan.
“Ada 13 jamaah ibadah Umrah dari PPU tertentu ini saatnya pulang mereka tertahan di Jeddah. Kalau kita hitung sampai dengan kemarin sudah tiga malam, ada over stay tiga malam,” ungkapnya.
Menurutnya, para jamaah tersebut menunggu di penginapan sekitar bandara Jeddah sembari menanti kepastian jadwal penerbangan dan kondisi keamanan bandara.
“Yang di Jeddah mestinya di penginapan sekitar bandara, sambil menunggu kepastian keberangkatan dan keamanan bandara. Informasi dari PPU alhamdulillah semua jamaah sehat,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya mendapat informasi pada pagi hari ini bahwa jamaah yang tertahan tersebut sudah diterbangkan dari Jeddah dan mendarat melalui Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
“Pagi ini kami dapat informasi sudah diterbangkan dari Jeddah kemudian mendarat lewat Brunei Darussalam,” tuturnya.
Terkait situasi di Timur Tengah yang masih mengalami eskalasi, Marjuni menegaskan untuk sementara tidak ada pemberangkatan jamaah Umrah baru dari Ponorogo hingga kondisi dinyatakan aman.
“Dari kami di Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo sudah menyampaikan informasi baik dari Kemenlu maupun dari Kementerian Haji dan Umrah terkait imbauan dan edaran, bahwasanya selama eskalasi ini belum melembut, masih tinggi seperti ini di Timur Tengah, maka tidak ada pemberangkatan jamaah Umrah,” tegasnya.
Ia menyebut pemulangan jamaah tetap diupayakan. Begitu situasi dinyatakan aman, jamaah yang telah selesai beribadah akan segera dipulangkan.
“Adapun untuk pemulangan masih terus diupayakan jalannya. Begitu aman langsung dipulangkan. Yang sedang beribadah dalam keadaan sehat dan aman baik di Mekkah maupun Madinah,” imbuhnya.
Penundaan pemberangkatan Umrah, lanjut Marjuni, akan berlaku hingga imbauan resmi dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah dicabut.
“Selama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah belum membolehkan penerbangan Umrah, kami senantiasa meminta PPU menahan jamaahnya untuk diberikan pengertian dan edukasi. Berangkat menunggu aman,” pungkas Marjuni, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ponorogo. (*)

