UMKM Magetan Naik Kelas, Mulai Ekspor Mandiri
KOMPAS™, MAGETAN – Bupati Nanik Sumantri melepas ekspor ke Maladewa, di kawasan Asia Selatan. Ekspor berupa satu kontainer berbagai macam makanan olahan hasil diproduksi enam UMKM Magetan. Pelepasan ekspor di lokasi produksi Keripik Tempe dan Sambal Pecel H&G di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kamis, (5/3).
Bupati Nanik Sumantri merasa bangga karena keberhasilan ekspor tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal Magetan mampu bersaing di pasar global. Ia menegaskan bahwa Pemkab Magetan terus memperkuat dukungan agar jumlah UMKM di wilayahnya yang masuk pasar ekspor terus meningkat.
“Ini capaian UMKM Magetan yang membanggakan, kini bisa melakukan ekspor secara mandiri dan pemkab akan terus memberikan motivasi dan dukungan,” ujarnya.
Menurutnya Pemkab Magetan akan terus mendukung supaya makin banyak pelaku usaha yang bisa mengikuti langkah enam UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut.
Adapun yang terlibat ekspor saat ini adalah UMKM Kentang Mustofa, H&G Tempe, Arrohman Kerupuk Sukun, Keripik Jamur Wisnu, dan Piscrunch, sedangkan produk ekspor di antaranya adalah keripik tempe, sambal pecel, kerupuk puli, keripik kentang, keripik sukun, banana chips, teri kacang kentang balado, dan keripik jamur.
Ia berharap jumlah tersebut akan terus bertambah melalui peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Kementerian Perdagangan, dalam hal ini melalui Export Center Surabaya yang terus mendampingi.
“Pelaku ekspor kali ini adalah UMKM kita sendiri. Tentu kami berharap jumlahnya bertambah, sehingga semakin banyak yang bisa naik kelas,” katanya.
Jalian Setiarsa, Koordinator Tenaga Teknis Bidang Standardisasi Produk, Akses Pasar, Promosi, Pemasaran, dan Kurasi Produk Ekspor pada Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan, mengatakan pihaknya terus mengembangkan program pendampingan bagi UMKM yang sudah memiliki pengalaman ekspor.
“Kami terus mendorong perluasan pasar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Magetan. Program ini memang kami tujukan bagi UMKM yang sudah pernah melakukan ekspor,” katanya.
Ia menambahkan Export Center Surabaya hampir setiap bulan membantu dan mendampingi UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menembus pasar internasional, dengan jumlah dan produk yang bervariasi.
Adapun produk yang berpeluang besar diekspor dan telah dilakukan pendampingan antara lain komoditas makanan olahan, minuman serbuk, kerajinan, batik, dan fesyen.
Pemilik makanan olahan keripik tempe dan sambal pecel H&G Ita Listiana mengaku bangga akhirnya produk dari Magetan dapat melakukan ekspor mandiri.
“Sebelumnya, selama ini ekspor biasanya harus digabung dengan daerah lain, seperti Situbondo, Surabaya, atau Mojokerto. Momen ini seperti mimpi, akhirnya UMKM Magetan akhirnya bisa melepas produknya sendiri,” pungkasnya. (*)

