Dua Bocil di Siman Ponorogo Meninggal Tenggelam di Blumbang
KOMPAS™, PONOROGO – Lagi-lagi kejadian memilukan terjadi di Ponorogo dengan korban bocah cilik (bocil). Dua bocil ditemukan meninggal dunia di kubangan air (blumbang) sedalam 2 meter milik Kholil Khusairi di Jalan Ontorejo, Desa Beton, Kecamatan Siman, pada Rabu, (8/4).
Dua bocil korban meninggal adalah Mochammad Azka Izzanwahyudi (6) dan Muhammad Arfan Jabar Nurfaiz (7). Keduanya merupakan warga yang berdomisili di Dukuh Bantaran, Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo.
Kejadian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 16.30 WIB pada Selasa, (8/4). Salah satu saksi menyebut kejadian bermula saat seorang bocil berteriak meminta tolong karena ada rekannya tenggelam di Blumbang milik Kholil Khusairi. Saksi pertama Muslimin (44) yang mendengar teriakan langsung berlari ke tempat kejadian perkara (TKP), sementara saksi kedua Rival Arif (27) yang sedang bekerja las tak jauh dari TKP, berhasil mengangkat satu korban yang terlihat mengapung.
Sementara korban lainnya hilang didasar blumbang, sebelum akhirnya ditemukan setelah dilakukan pencairan secara manual. Kedua korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo, namun nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Siman, AKP Nanang Budiyanto yang memimpin langsung proses olah TKP bersama Tim Identifikasi Polres Ponorogo menerangkan bahwa dari hasil pengecekan lokasi blumbang memiliki luas sekitar 5 meter persegi dengan kedalaman mencapai 2 meter.
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua pasang sandal milik korban, sebuah songkok hitam, serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
Sedangkan berdasarkan pemeriksaan medis oleh dr. Joko dari RSUD dr. Harjono Ponorogo menerangkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau pengangkatan.
“Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan medis, kejadian murni kecelakaan karena tenggelam, dan kedua jenazah sudah diserahkan kepada keluarga,” ungkapnya.
Kapolsek Siman, Ponorogo AKP Nanang Budiyanto memberikan himbauan kepada warga agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya saat bermain, terutama ketika di area berbahaya seperti di sungai atau blumbang. (*)

