SPPG Mlarak Ponorogo Klarifikasi Adanya Temuan Menu MBG Berulat
KOMPAS™, PONOROGO – Beredarnya menu makanan bergizi gratis (MBG) berulat atau berbelatung di Desa Tugu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, yang beredar melalui rekaman video memicu perhatian publik. Pihak SPPG Mlarak, Ponorogo menyatakan tengah melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab insiden tersebut, sekaligus meminta maaf kepada penerima manfaat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
SPPG Mlarak mengklarifikasi bahwa makanan telah diproses sesuai prosedur standar di dapur sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat. Dari sekitar 1.100 porsi yang dibagikan pada hari itu, hanya satu porsi yang dilaporkan bermasalah.
“Kami sudah melakukan proses pengolahan sesuai prosedur. Dari ribuan porsi yang dibagikan, laporan hanya muncul pada satu porsi,” ujar Kepala SPPG Mlarak, Risqi Wahyudatama, Selasa, (12/5).
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi dalam video yang dianggap janggal. Belatung yang terlihat di dalam lauk daging disebut masih hidup dan tampak segar, padahal makanan telah melalui proses pemasakan dengan suhu tinggi.
Menurut mereka, video yang beredar direkam setelah makanan berpindah lokasi dari tempat pengolahan atau ompreng, sehingga asal-usul kontaminasi masih belum dapat dipastikan. Meski demikian, pengelola menegaskan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya unsur kesengajaan.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Semua masih kami dalami, apakah ada kelalaian internal kami atau kemungkinan faktor lain di luar proses dapur,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pasca munculnya temuan tersebut, pihaknya telah melakukan mediasi bersama penerima manfaat dengan melibatkan kepala desa setempat serta pihak-pihak terkait guna mencari kejelasan atas kejadian yang terjadi.
“Kami langsung melakukan komunikasi dan mediasi dengan penerima manfaat. Pertemuan juga didampingi kepala desa serta pihak terkait agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka dan jelas,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihak SPPG Mlarak melakukan evaluasi menyeluruh dengan memeriksa tahapan distribusi termasuk relawan yang terlibat dalam proses pengemasan hingga penyaluran makanan.
Meski masih terdapat sejumlah kejanggalan, pihak pengelola menyatakan siap bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dari internal mereka.
“Kami tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Evaluasi akan kami lakukan agar hal serupa tidak terulang,” pungkas Risqi Wahyudatama, Kepala SPPG Mlarak, Ponorogo. (*)

