Efek Gempa Bermagnitudo 6,4 di Pacitan, Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan

Hari Prasetyo 09 Feb 2026 Peristiwa
Efek Gempa Bermagnitudo 6,4 di Pacitan, Pemerintah Mulai Salurkan Bantuan

KOMPAS™, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mencatat sebanyak 43 bangunan terdampak gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (6/2) dini hari. Jumlah ini masih bersifat sementara karena proses pendataan dan asesmen lapangan belum sepenuhnya rampung.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono, Sabtu (7/2), mengatakan bahwa petugas masih terus melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan yang dialami bangunan warga maupun fasilitas umum.

“Berdasarkan data sementara, ada 43 bangunan terdampak gempa. Data ini masih bisa bertambah,” katanya.

Dari total 43 bangunan yang terdampak, BPBD Pacitan mencatat sebanyak 38 unit merupakan rumah warga, sementara lima bangunan lainnya adalah fasilitas umum. Fasilitas umum yang mengalami kerusakan tersebut mencakup kantor pemerintah desa serta bangunan sekolah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, khusus untuk rumah warga, tingkat kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga sedang.

“Untuk rumah warga, empat di antaranya mengalami kerusakan sedang dan 34 rumah masuk kategori rusak ringan,” ujarnya.

BPBD Pacitan saat ini masih melakukan klasifikasi tingkat kerusakan secara rinci sebelum melaporkannya kepada Bupati Pacitan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD provinsi. Proses ini dinilai penting agar langkah penanganan dan pemberian bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Pendataan dan verifikasi terus kami lakukan agar penanganan dan tindak lanjutnya bisa tepat sasaran,” tambahnya.

Selain melakukan asesmen, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera diidentifikasi, terutama bagi rumah yang mengalami kerusakan sedang.

Sementara pemerintah menyalurkan bantuan logistik dan penanganan darurat senilai Rp351,8 juta untuk mendukung penanganan dampak gempa bumi magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Minggu, (8/2).

Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra dalam siaran pers yang diterima, Minggu, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak selama masa tanggap darurat.

“Kami ingin memastikan negara benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bantuan ini diharapkan membantu kebutuhan dasar warga terdampak gempa,” kata Nanang usai penyerahan bantuan di Kantor BPBD Pacitan.

Bantuan yang disalurkan meliputi 100 lembar selimut, 100 lembar terpal, satu unit tenda pengungsi, 50 paket kasur lipat, serta 30 unit tenda keluarga yang akan digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.

Nanang menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa seperti Pacitan melalui simulasi kebencanaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pangarso Suryotomo mengatakan, penentuan jenis bantuan didasarkan pada hasil kajian kebutuhan di lapangan.

Bantuan dimaksud meliputi kebutuhan langsung masyarakat maupun dukungan sarana penanganan bencana bagi pemerintah daerah.

“Kami mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan bencana, baik secara teknis, penyediaan logistik, maupun peningkatan kapasitas penanggulangan bencana,” katanya.

Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penanganan darurat pascagempa dan memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat untuk membantu percepatan penanganan pascagempa,” ujarnya. (Dekik)