Cerita Dibalik Ledakan Petasan di Desa Plosojenar, Kauman, Ponorogo
KOMPAS™, PONOROGO – Peristiwa ledakan petasan di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo pada Minggu, (1/3) menyisakan kisah miris para korban selamat.
Peristiwa ledakan tersebut menewaskan Rifai Kurnia Putra (16), warga Desa Plosojenar, Kauman.
Sedangkan Ahmad Fatoni (20) mengalami luka bakar serius hingga hampir 40 persen, pada area wajah, leher, tangan, dan kaki. Sampai saat ini masih menjalani perawatan di Intencive Care Unit (ICU) RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Sementara Hindar Agustas, yang juga merupakan warga Desa Plosojenar yang mengalami luka bakar sekitar 16 persen. Ia mengaku mengaku saat kejadian hendak mengembalikan kunci motor kepada salah satu rekannya di lokasi kejadian.
“Tiba di halaman rumah, saya memarkirkan motor, kemudian mau memberikan kunci motor, pas sampai di depan pintu, tiba-tiba ada ledakan dan terpental,” ujarnya.
Dia menerangkan tidak tau sebab meledaknya pada kejadian tersebut, dia tau-tau merasakan panas dan perih pada wajah, tubuh, tangan, dan kakinya. Kemudian ia berlari ke jalan untuk menyelamatkan diri dan ditolong warga dibawa ke rumah sakit.
“Saya masih sadar, kemudian lari menyelamatkan diri ke jalan dan ditolong warga dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Terkait aktivitas peracikan petasan di lokasi kejadian petasan meledak di Desa Plosojenar, Kauman, Ponorogo tersebut, ia mengaku tidak mengetahui sebelumnya. ia baru mengetahui saat mengembalikan kunci motor. Namun dia menyebut bahwa dulu memang sempat ditegur warga karena pagi-pagi menerbangkan balon. (*)

