Ledakan Petasan Kembali Memakan Korban di Dua Tempat Berbeda di Ponorogo

Hari Prasetyo 21 Mar 2026 Berita, Peristiwa
Ledakan Petasan Kembali Memakan Korban di Dua Tempat Berbeda di Ponorogo

KOMPAS™, PONOROGO – Banyaknya tragedi akibat petasan yang membawa korban cacat hingga menewaskan korban, belum membuat jera. Di Desa Semanding, Kecamatan Kauman, Ponorogo petasan meledak mengakibatkan membuat KA (13) mengalami luka bakar 19,5 persen, pada Kamis, (13/3).

Momen Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya menjadi saat yang membahagiakan justru menjadi malapetaka dan membuat korban dirawat intensif di Rumah Sakit dr. Harjono Ponorogo.

dr. Mega Citra, dokter jaga di IGD RSUD Harjono, membenarkan kondisi tersebut. “Lukanya sekitar 19,5 persen dibagian wajah, tangan dan kaki. Ini sudah dirawat luka, sudah diberikan obat-obatan dan infus terus karena ini membutuhkan penanganan segera, maka dirujuk untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut,” ungkapnya Jum’at (20/3).

Meski saat ini kondisi korban dalam keadaan sadar dan stabil, pihak medis menegaskan penanganan luka bakar tidak bisa dianggap ringan. Risiko infeksi hingga komplikasi lain masih mengintai. Sehingga pasien harus menjalani perawatan lanjutan dan pemantauan ketat.

Kisah terkuak KA (13) melakukan peracikan petasan bersama NA (13), keduanya belajar membuat petasan dengan belajar tutorial dari platform media sosial.

Pada saat kejadian KA mencoba menyalakan petasan rakitannya, namun tidak berjalan sempurna ledakannya justru menyambar bubuk mesiu dan meledak, akhirnya korban mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.

Dari lokasi kejadian, petugas kepolisian mengamankan 91 selongsong mercon, sisa bahan mesiu, serta bungkus paket pembelian online. Temuan ini menunjukkan betapa mudahnya bahan berbahaya diakses, sekaligus memperbesar potensi kejadian serupa terulang

Sementara dilain tempat, SA (23), warga Desa Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena ledakan petasan yang sedang dirakit, pada Jumat (20/3). Korban mengalami luka bakar serius di bagian kepala dan kedua telapak tangannya hancur.

Peristiwa bermula saat korban bersama enam orang temannya berkumpul untuk membuat petasan dalam jumlah besar guna menyambut hari raya. Saat sedang asyik merakit dan memasukkan bubuk mesiu ke dalam selongsong kertas, petasan tersebut tiba-tiba meledak dengan daya ledak tinggi.

“Anak saya sedang merakit petasan di rumah. Tiba-tiba terdengar suara ledakan sangat keras, ternyata dia sudah terluka,” ujar Tukiman, ayah korban, saat ditemui di rumah sakit.

Benturan dan hawa panas dari ledakan tersebut seketika melukai korban. Teman-teman korban yang berada di lokasi langsung mengevakuasi Saiful ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono Ponorogo untuk mendapatkan pertolongan medis darurat

Tim medis IGD RSUD dr. Harjono menyatakan kondisi korban cukup memprihatinkan. Ledakan tersebut menyebabkan trauma fisik yang berat pada bagian ekstremitas atas.

“Pasien datang dengan luka parah di kedua telapak tangannya, baik kanan maupun kiri. Selain itu, terdapat luka bakar yang cukup luas di bagian kepala akibat paparan mesiu yang meledak di dekat wajahnya,” kata Amanda Tery, anggota tim medis IGD.

Usai menerima laporan, jajaran Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasilnya, petugas menemukan barang bukti yang mencengangkan berupa ratusan selongsong petasan berukuran jumbo yang siap edar namun belum sempat meledak.

Polisi juga mengamankan sisa-sisa bubuk mesiu dan alat perakit petasan lainnya. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan intensif Satreskrim Polres Ponorogo untuk menyelidiki asal-usul bahan peledak tersebut. (*)