Kisah Inspiratif Jurnalis Asal Ponorogo Berangkat Haji

Hari Prasetyo 17 Apr 2026 Berita, Religi
Kisah Inspiratif Jurnalis Asal Ponorogo Berangkat Haji

KOMPAS™, PONOROGO – Komitmen menabung selama 14(empat belas) tahun, salah satu jurnalis Ponorogo Muhammad Yani bersama istrinya Amborowati berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Berprofesi sebagai wartawan yang berkecimpung dengan tantangan dalam menggali kasus untuk menyajikan berita yang berkualitas dan berimbang memupuknya menjadi kepribadian yang ulet dengan komitmen yang kuat.

Bukan secara instan tapi terbentuk melalui proses panjang sejak mahasiswa, berawal memulai karir jurnalis di Harian Karya Darma (Jawa Pos Group), satu kantor dengan Bupati Ponorogo non aktif Sugiri Sancoko. Setelah itu bekerja di Harian Duta Masyarakat (Jawa Pos Group), Radar Madiun (Jawa Pos Group) dan Memo Kediri (Jawa Pos Group).

“Saat itu saat meliput berita atau kuliah masih mengendarai sepeda ontel federal. Maklum saat itu orang tua belum mampu membelikan sepeda motor,” ungkapnya. Jumat, (17/4).

Waktu terus berjalan dan akhirnya mampu mengkredit motor sendiri di dealer, namun nasib naas menimpa, malah motor dicuri maling saat kirim berita di Kantor Telkom Ponorogo setelah dipakai 7 bulan.

“Ya, akhirnya meliput berita pakai sepeda ontel federal lagi,” ungkapnya.

Dia menyebut awal jadi wartawan gajinya cuma Rp100 Ribu. Namun dengan ketekunannya mencari iklan, keperluan rumah tangga bisa tercukupi dan masih bisa menyisihkan pendapatan walau sedikit.

“Berapapun pendapatan kita harus ada yang disisihkan. Itulah prinsip hidup saya,” ujarnya.

Pada reformasi 1998, Harian Karya Darma ikut tumbang kena reformasi. Akhirnya oleh redaksi disuruh pulang, baru pada tahun 2000 mendirikan 2(dua) usaha yaitu Koran Ponorogo Pos dan bengkel sepeda motor. Kedua usaha itu sampai hari ini masih eksis.

“Support dan doa dari istri membuat koran Ponorogo Pos sampai hari ini masih terbit dan sudah masuk edisi ke 1.046, sampai saat ini sudah 26 tahun,” tegasnya.

Perjalanan panjang itu, akhirnya pada tahun 2012, ia bersama istrinya bisa daftar haji dengan uang tabungan. Daftar tahun 2012 dan berangkat tahun 2026. Ada waktu 14 tahun, saya gunakan untuk menabung sedikit demi sedikit dan akhirnya mampu melunasi dan siap berangkat pada 26 April 2026 lewat Kloter 19 Ponorogo.

“Satu prinsip, berapapun hasilnya harus menabung, bagaimanpun hidupnya harus berguna,” ungkapnya.

Maka amanah apapun yang diberikan harus siap. Seperti saat ini jadi ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Mangunsuman, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kelurahan Mangunsuman, Wakil Ketua Tanfidziyah NU Mangunsuman, Ketua GP Ansor Mangunsuman, Ketua NU Care Lazisnu Mangunsuman dan Tenaga Ahli di DPRD Ponorogo.

“Ketika punya keinginan harus dibangun dengan prinsip dan komitmen yang kuat, serta didukung dengan konsistensi dalam mewujudkannya, yakin pasti akan tercapai,” pungkas Muhammad Yani, Jurnalis Ponorogo saat pamitan haji. (*)