Warga Tonatan Ponorogo Minta Tower BTS Dibongkar
KOMPAS™, PONOROGO – Keberadaan tower Base Transceiver Station (BTS) di Jalan Pacar, tepatnya depan SMAN 2 Ponorogo, Lingkungan Krajan, RT 01 RW 02, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo mendapat penolakan warga karena dinilai tanpa izin lingkungan yang jelas.
Warga melakukan aksi penolakan dengan memasang banner berisi tuntutan pembongkaran tower. Warga mengaku tidak mengetahui siapa pemilik atau pengelola tower BTS tersebut, sehingga aspirasi mereka selama ini tak pernah tersampaikan.
Perwakilan warga mendatangi Kantor Kelurahan Tonatan untuk menyampaikan keberatan secara langsung. Mereka meminta kejelasan status tower sekaligus mendesak agar kelurahan memfasilitasi pertemuan dengan pihak pengelola.
Agus Subagiyo, Lurah Tonatan, membenarkan adanya warga yang datang menyampaikan aspirasi tersebut. Ia mengaku, sebagai lurah yang baru menjabat, belum mengetahui secara pasti siapa pemilik atau pengelola tower BTS yang telah berdiri sejak 1997 itu.
“Ya, warga setempat menolak keberadaan tower BTS dan meminta dibongkar,” ujarnya, Kamis, (5/2).
Menurutnya, warga juga mengeluhkan tidak adanya manfaat yang pernah diterima dari keberadaan tower tersebut, baik bagi lingkungan sekitar maupun warga setempat
“Aspirasi warga kita tampung dan akan kita telusuri soal pemilik tower BTS tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal, kepemilikan atau pengelolaan tower BTS tersebut telah beberapa kali berganti. Hal itu membuat proses penelusuran membutuhkan waktu dan koordinasi lintas instansi.
Pihak kelurahan telah mendatangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menelusuri legalitas serta data kepemilikan tower.
“Kita sudah datang ke DPMPTSP dan sudah mendapat jawaban,” terangnya.
Selanjutnya, menurut Lurah Tonatan, pihaknya akan menyurati pemilik atau pengelola tower BTS agar datang ke kantor kelurahan untuk dilakukan mediasi bersama warga.
“Setiap aduan masyarakat pasti akan kita tindak lanjuti,” pungkas, Agus Subagiyo, Lurah Tonatan, Ponorogo. (Dekik)

