Reses Perdana Diana Sasa, Serap Aspirasi Warga Magetan
KOMPAS™, MAGETAN – Usai resmi menjabat kembali sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana A.V. Sasa turun ke grass root untuk serap aspirasi di Desa Turi, Kecamatan Panekan, Magetan, Jawa Timur. Rabu, (11/2).
Reses perdana Diana Sasa dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, biarpun kondisi dalam keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah.
Diana Sasa menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat Turi yang telah mendedikasikan pilihan dan kepercayaan untuknya, sehingga pada Pemilu Legislatif kemarin sebagai salah satu wilayah dengan perolehan suara terbanyak untuknya.
“Warga Turi sudah mengenal saya sejak pertama nyaleg, saat itu saya tidak punya apa-apa, tapi warga memilih saya tanpa sangu (money politik), sampai 2024 dukungan tetap luar biasa,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, warga mengeluhkan minimnya dana yang bisa dialokasikan dari Dana Desa (DD) khususnya untuk infrastruktur pertanian, jalan, dan fasilitas umum lainnya.

Menurutnya, saat ini Dana Desa (DD) terserap untuk program lain, sehingga kebutuhan pembangunan fisik menjadi terbatas. Menanggapi banyaknya usulan warga, ia akan membuat skala prioritas berdasarkan kebutuhan yang lebih mendesak dan penting.
“Kondisi pendanaan terbatas, usulannya banyak, namun tetap harus kita perjuangkan, nanti kita akan buat skala prioritas dulu,” jelasnya.
Salah satu usulan bidang olahraga, warga meminta tambahan dukungan fasilitas untuk kolam renang desa yang sudah ada. Warga berharap kolam tersebut ditingkatkan sehingga bisa dipergunakan untuk mendukung pembinaan atlet renang desa, karena sekarang hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi.
Diana Sasa menilai bahwa fasilitas Olahraga yang memadai memang diperlukan untuk pembibitan atlet, atlet juga lahir dari desa. Minimnya fasilitas memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk penggalian dan pembinaan atlet dari desa.

“Kalau standarnya ditingkatkan, bisa jadi tempat pembibitan atlet dari desa,” ujarnya.
Dia menyebut sepertk pembangunan jembatan penghubung antar dusun di Desa Turi dulu, sempat kekurangan anggaran, namun akhirnya bisa diselesaikan dengan partisipasi masyarakat melalui gotong-royong.
“Gotong-royong kami dan warga saat itu, akhirnya jembatan selesai dan sangat bermanfaat, warga tidak lagi harus memutar jauh,” terangnya.
Diana Sasa menegaskan komitmennya untuk terus bergotongroyong dengan warga dalam memperjuangkan aspirasi dan harapan masyarakat Magetan. (*)

