PKM UNESA Dampingi Jajanan Tradisional Pasar Jenar Pagerukir Menuju Ekonomi Berkelanjutan

PKM UNESA Dampingi Jajanan Tradisional Pasar Jenar Pagerukir Menuju Ekonomi Berkelanjutan

KOMPAS™, PONOROGO – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya (PKM UNESA) melakukan pendampingan pengembangan jajanan tradisional berbasis pangan lokal di Pasar Jenar, Desa Pagerukir, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Sabtu, (16/5).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat wisata kuliner lokal sekaligus meningkatkan nilai jual produk masyarakat. Mengambil tajuk Pengembangan Jajanan Tradisional Berbasis Pangan Lokal sebagai Penguatan Wisata Kuliner Pasar Jenar di Desa Pagerukir, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut menyasar pelaku usaha kuliner tradisional yang selama ini aktif berjualan di Pasar Jenar.

Ketua Tim PKM UNESA, Aulia Bayu Yushila, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pengembangan dua produk unggulan, yaitu bongko berbahan dasar pisang dan talam berbahan dasar ubi. Kedua produk tersebut dipilih karena memanfaatkan komoditas pertanian lokal yang melimpah di Desa Pagerukir.

“Pisang dan ubi merupakan hasil pertanian yang banyak dihasilkan masyarakat Desa Pagerukir. Melalui program ini,kami ingin mendorong agar pangan lokal tersebut memiliki nilai tambah dan dapat berkembang menjadi produk unggulan wisata kuliner desa,” ujarnya.

Tim PKM UNESA bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Desa Pagerukir dan Pakiwan Art Space.

Tim PKM UNESA memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada pelaku usaha, mulai dari penyusunan resep standar, teknik pengolahan pangan yang higienis, hingga inovasi penyajian dengan memanfaatkan bahan alami.

Selama ini, pelaku usaha di Pasar Jenar masih menghadapi beberapa kendala, seperti belum adanya standar resep yang menyebabkan kualitas produk belum konsisten, teknik pengolahan yang masih konvensional, serta penggunaan kemasan plastik sederhana yang kurang menarik. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan dalam pengembangan jajanan tradisional sebagai produk wisata kuliner yang berdaya saing.

Melalui program ini, tim PKM UNESA memperkenalkan resep standar bongko dan talam agar rasa, tekstur, dan tampilan produk menjadi lebih seragam. Selain itu, mitra juga diberikan pelatihan mengenai higienitas dan keamanan pangan untuk meningkatkan kualitas produk yang dijual kepada wisatawan.

Tidak hanya itu, tim pengabdian juga mengenalkan inovasi penyajian dan penggunaan kemasan non-plastik yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika lebih baik. Penggunaan kemasan ramah lingkungan diharapkan dapat memperkuat identitas Pasar Jenar sebagai wisata kuliner berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.

“Kami berharap pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk yang lebih menarik, tetapi juga memahami pentingnya kualitas, higienitas, dan kemasan dalam meningkatkan daya tarik wisata kuliner,” tambahnya.

Program ini turut melibatkan dosen lintas bidang keahlian, yaitu Sri Handajani, Febriani Lukitasari, Ratna Palupi Nurfatimah, dan Novia Tesalonika Amanda Rerung.

Salah satu pelaku usaha Pasar Jenar mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diberikan membantu masyarakat memahami cara meningkatkan kualitas produk tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.

“Selama ini kami membuat jajanan berdasarkan kebiasaan saja. Setelah mendapatkan pelatihan, kami jadi lebih paham tentang standar resep, penyajian produk, dan cara pengemasan yang lebih menarik,” ungkapnya.

Program PKM ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang komunitas berkelanjutan, serta SDG 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Melalui pendampingan tersebut, Tim PKM UNESA berharap jajanan tradisional Desa Pagerukir, Sampung, Ponorogo tidak hanya menjadi konsumsi lokal, tetapi juga mampu berkembang sebagai identitas wisata kuliner yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)