Nenek di Ponorogo, Selamat Setelah Kamarnya Ambruk Akibat Gempa Pacitan

Hari Prasetyo 07 Feb 2026 Peristiwa
Nenek di Ponorogo, Selamat Setelah Kamarnya Ambruk Akibat Gempa Pacitan

KOMPAS™, PONOROGO – Gempa bumi bermagnitudo 6,4 di Kabupaten Pacitan, pada Jumat (6/2) dini hari, menyisakan cerita Nenek Paniem, warga Surodikraman, Ponorogo yang rumahnya roboh saat di tertidur.

Warga Surodikraman, Paniem seorang nenek berusia 70 tahun, berhasil selamat dari maut setelah tembok kamarnya roboh akibat gempa, saat ia tengah tertidur pulas.

Nenek Paniem, memaparkan bahwa saat gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB, ia sedang berada sendirian di rumah. Dia tinggal seorang diri karena anak-anaknya merantau ke luar kota.

Dia sedang beristirahat tertidur pulas pada malam tersebut, karena memang tiada ada perasaan atau gelagat apapun. Kemudian dia terbangun saat mendengar suara gemuruh tembok kamarnya runtuh.

“Kaget, mendengar suara gemuruh itu terbangun,” katanya. Sabtu, (7/2).

Mendengar tetangga berteriak memanggil-manggil untuk memastikan keselamatan saya, saya kemudian keluar rumah.

“Saat tembok ambruk, saya masih di kamar, mendengar tetangga memanggil, saya langsung lari keluar,” ujarnya.

Selain itu bagian dapur rumah juga ambrol total, sehingga peralatan masak juga hancur akibat guncangan gempa tersebut.

Anak korban, Ninik Setyaningrum mengaku langsung bergegas pulang ke Ponorogo setelah menerima kabar darurat dari tetangga mengenai kondisi rumah ibunya.

“Saya sangat kaget karena hampir separuh rumah rusak. Kamar dan dapur rusak total, alat-alat masak juga hancur semua, Alhamdulillah ibu baik-baik saja,” kata Ninik, anak Nenek Paniem, Warga Surodikraman, Ponorogo. (Dekik)