Ratusan Capaskibraka Ponorogo Ikuti Seleksi Kesehatan dan Parade
KOMPAS™, PONOROGO – Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kabupaten Ponorogo tahun 2026. Dari total 321 pendaftar awal, kini mengerucut menjadi 231 peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi awal.
Para peserta harus melewati serangkaian tahapan ketat, mulai dari seleksi administrasi, pengetahuan umum, hingga wawasan kebangsaan. Hasilnya, tersisa 229 peserta yang dinyatakan lolos seleksi Tes Intelegensi Umum (TIU).
Bambang Hemawan, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama (Iwasbang), menjelaskan bahwa proses seleksi ini dirancang untuk menjaring putra-putri terbaik yang sehat, kuat baik fisik maupun mental dan memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.
“Seleksi Capaskibraka ini bukan sekadar mencari yang paling kuat, tetapi yang paling siap secara mental, disiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi,” ujarnya, Senin, (20/04)
Dari ratusan peserta tersebut, nantinya akan dipilih 72 orang terbaik untuk menjadi pasukan inti Paskibraka Kabupaten Ponorogo 2026. Mereka yang akan mengemban tugas sakral mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan.

Selanjutnya dari 72 peserta yang terpilih, akan disaring kembali menjadi 3 pasang (6 orang) untuk mewakili Ponorogo di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, hanya satu pasang terbaik yang akan melaju lebih jauh sebagai wakil daerah.
Adapun komposisi peserta saat ini terdiri dari 119 putra dan 110 putri, yang berasal dari 21 sekolah SMA/SMK/MA di Ponorogo.
Meski jumlah pendaftar tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 328 peserta, penurunan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan cenderung stabil.
Tahapan seleksi berikutnya akan semakin ketat, meliputi tes kesehatan, tes parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga wawancara. Semua tahapan ini menjadi penentu akhir untuk menemukan 72 pasukan terbaik.
Seleksi Capaskibraka bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Di balik barisan tegap dan langkah seragam, tersimpan tekad kuat generasi muda Ponorogo untuk mengabdi kepada bangsa. (*)

