Dari Limbah Jadi Berkah, Inovasi SPPG Bajang Mlarak Ponorogo
KOMPAS™, PONOROGO – Inovasi pengelolaan limbah organik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bajang, Kecamatan Mlarak dalam mengolah limbah menjadi terobosan dalam mengurai dampak limbah dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Sisa buah, sayur, hingga makanan yang tak lagi layak konsumsi, diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai dan bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan.
Ahli gizi SPPG Bajang, Mlarak, Yuatina Sri Indah Saptaningtyastuti, ia menggagas pemanfaatan sisa-sisa buah-buahan yang kurang layak konsumsi menjadi eco enzym, cairan serbaguna yang mampu membersihkan saluran air secara alami sekaligus menghilangkan bau tak sedap.
“Prosesnya sederhana. Buah dipotong kecil, dicampur air dan gula, lalu difermentasi dalam botol. Secara berkala dibuka untuk mengeluarkan gas. Setelah itu, eco enzim siap digunakan,” ujarnya.
Eco enzym terbukti mampu mengurai lemak yang menumpuk di saluran pembuangan. Dengan penggunaan rutin, saluran air menjadi lebih lancar tanpa bahan kimia.

Tak berhenti di situ, sisa makanan dan sayuran juga diolah menjadi pupuk organik. Produk ini bahkan sudah dimanfaatkan masyarakat untuk pemupukan tanaman. Praktik ini memastikan tidak ada limbah yang terbuang percuma.
Langkah ini menjadi gerakan besar untuk mengubah limbah yang merugikan lingkungan menjadi bermanfaat untuk kebutuhan pertanian dan peternakan.
Kepala SPPG Bajang Mlarak, Nahidl Diyan Ilahiy, menyebut inovasi ini sebagai bagian dari komitmen pelayanan yang berkelanjutan.
Sejak mulai beroperasi pada 28 Februari 2026, SPPG ini telah melayani sedikitnya 1.680 penerima manfaat di wilayah Bajang dan Mlarak.
“Inovasi SPPG Bajang, Mlarak ini menjadi edukasi ramah lingkungan. Harapannya ini menjadi contoh inovasi bagi SPPG di Ponorogo dan lainnya,” pungkasnya. (*)

