Bupati Ponorogo Larang Kantin Sekolah Menjajakan Makanan Sachet
KOMPAS™, PONOROGO – Memastikan kesehatan anak-anak Ponorogo tetap terjaga dengan baik, Bupati Sugiri Sancoko melarang kantin sekolah menyediakan jajanan sachet (kemasan siap santap) bagi siswa.
“Tidak boleh menjajakan makanan tidak sehat, saya tidak menyebut merek. Intinya jajanan sachet jangan dijajakan di kantin, bayi kita dari lahir sudah sehat, ketika mendapatkan asupan makanan tidak sehat bisa berbahaya, banyak yang gagal ginjal di usia remaja,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
“Kantin dilarang menjajakan makanan yang tidak sehat,” tegasnya.
Solusinya, wali murid bisa membekali anaknya dengan menu makanan bergizi seimbang. Bila perlu, pihak sekolah meminta wali murid secara bergantian menjual makanan sehat di kantin sekolah.
“Misalnya jualan lemper, atau jajanan sehat lain sambil mengajarkan anak berbisnis. Saya punya mimpi besar anak Ponorogo usia 21 tahun sudah menjadi muzzaki, itu artinya kaya, maka perlu dipancing selera bisnisnya sejak dini,” jelasnya.
Sejalan dengan instruksi bupati, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo juga memiliki program ‘Gebrak UKS Pren. Yaitu gerakan bersama dan kewirausahaan dalam meningkatkan upaya kesehatan sekolah pelajar keren.
Program itu dijalankan sebagai upaya promotif dan preventif menerapkan Trias UKS, yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat. Tujuan di antaranya untuk meningkatkan derajat kesehatan pelajar, sekaligus mendidik siswa berwirausaha.
Bupati Sugiri Sancoko pada intinya ingin menyiapkan anak-anak Ponorogo yang berkualitas diawali dengan menjaga kesehatan sejak dini. (*)
Ekoran
