Pendaki Hilang 23 Hari di Mongkrang, Tawangmangu Akhirnya Ditemukan
KOMPAS™, MAGETAN – Hilang selama 23 hari saat mendaki di Mongkrang, Pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Gawanan, Colomadu, Karanganyar akhirnya ditemukan.
Yazid hilang saat mendaki pada tanggal (18/1) bersama tiga rekannya. Tim SAR gabungan termasuk dari Magetan melakukan pencarian selama 14 hari dengan hasil nihil, kemudian pada tanggal (31/1) proses pencairan ditutup dan menyatakan korban hilang.
Kemudian, pada Selasa (10/2), tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dari kawasan Tapak Nogo, jalur menuju Sungai Tubing Muslim, wilayah perbatasan Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso.
Penemuan korban bermula dari pencarian yang dilakukan tim Wanadri sejak (7/2). Pada Selasa pagi sekitar pukul 08.45 WIB, koordinator SRU Wanadri, Badawi, menemukan sepatu yang diduga milik korban. Tak jauh dari lokasi itu, ia melihat sosok yang tersangkut di area pepohonan pisang dekat aliran sungai. Temuan tersebut segera dilaporkan melalui radio ke basecamp.
Medan yang sangat terjal dengan kedalaman jurang sekitar 200 meter menjadi tantangan besar bagi tim.
Atas evaluasi bersama, termasuk masukan dari Polres Karanganyar, jalur evakuasi diputuskan dialihkan dari arah Basecamp Mongkrang ke jalur Tubing Muslim, rute yang lebih memungkinkan dilalui tim gabungan.
Direncanakan dengan matang, evakuasi berjalan secara bertahap hingga akhirnya pada pukul 17.25 WIB, jenazah tiba di Tubing Muslim. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Mongkrang ke RSUD Karanganyar, sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka di Colomadu pukul 19.29 WIB.
Bupati Karanganyar H. Robert Christanto, Wakil Bupati Adhe Eliana, Kepala BPBD Karanganyar Hendro Prayitno, Forkopimcam Tawangmangu dan Jatiyoso, serta sejumlah relawan turut hadir saat evakuasi.
Seluruh rangkaian proses berlangsung lancar, penuh kerja sama, dan menjadi bukti nyata sinergi antara relawan, pemerintah daerah, dan Polri yang terlibat langsung dalam setiap tahap upaya kemanusiaan ini
Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, yang datang langsung ke lokasi untuk mengikuti rangkaian evakuasi sekaligus memantau perkembangan di lapangan mengatakan bahwa kehadirannya menjadi bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.
“Keterlibatan Polri, adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Penanganan orang hilang bukan hanya tugas relawan, tapi tanggung jawab bersama, termasuk Polri,” pungkasnya. (*)

