Lagi-lagi Menu MBG berulat, Kembali Terjadi di Ponorogo
KOMPAS™, PONOROGO – Lagi-lagi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) membuat miris Kelompok Penerima Manfaat (KPM), Pasalnya menu untuk ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita (bawah lima tahun) di Dukuh Pojok, Desa Tugu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo berulat atau belatung. Hal ini kembali membuat gempar warga terkait program MBG, Senin, (11/5).
Salah satu penerima manfaat, Nur Zahroh Lailia ibu dari Almahendra Zidna Kurniawan mengatakan kejadian tersebut menimpanya saat menerima menu MBG pada hari Senin tanggal 11 Mei 2026.
“Kuilo-kuilo nek sendok liaten, baca: itulo-itulo di sendok liaten dan nampak belatung sedang merayab di sendok makan tersebut,” ujarnya di rekaman videonya.
Sementara dalam surat terbukanya kepada Plt. Bupati Ponorogo, Sutiyas Hadi Riyanto mengatakan program MBG yang mempunyai tujuan yang sangat mulia justru mengalami persoalan serius pada pelaksanaannya di lapangan terutama pada persoalan menunya.
“Program ini bagus, namun seringkali miris pelaksanaannya di lapangan, menu tidak layak konsumsi,” ujarnya dalam surat terbuka.
Menurutnya program MBG untuk kelompok 3B, merupakan langkah intervensi gizi pada seribu hari pertama kehidupan (HPK), hal ini untuk mencegah stunting, sehingga pemberian MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Namun yang dialami Nur Zahroh jauh dari kata layak konsumsi apalagi bergizi, menunya berulat atau belatung. Kejadian ini sudah berulang kali di Ponorogo, hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam melaksanakan pengawasan program MBG, agar amanah program bisa tercapai dan mewujudkan masa depan bangsa yang lebih gemilang.
Dengan kejadian tersebut warga mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan, melaksanakan investigasi secara menyeluruh, klarifikasi dari pihak pengelola, serta sanksi tegas jika terbukti terjadi kelalaian.
“Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekedar klarifikasi, ini menyangkut kesehatan generasi kita,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari SPPG Tugu, Mlarak, maupun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Kasus yang berulang ini, seharusnya menjadi pembelajaran bagaimana pengelolaan dan pengolahan makanan yang sesuai standar dan benar-benar bergizi dan bermanfaat sesuai dengan amanah program. (*)

