Jelang Nataru Plt Bupati Ponorogo dan TPID Pantau Harga Hingga Stok Bulog

Hari Prasetyo 11 Dec 2025 Ekonomi, Pemerintahan
Jelang Nataru Plt Bupati Ponorogo dan TPID Pantau Harga Hingga Stok Bulog

KOMPAS™, PONOROGO – Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo memantau harga dan ketersediaan komoditas bahan pokok di Pasar Pulung hingga ke pasar ritel modern di Ponorogo City Center (PCC), serta meninjau stok beras di gudang Bulog kawasan Mlilir. Rabu (10/12).

Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan bahwa harga cabai dan bawang merah mengalami kenaikan, harga minyak goreng dan telur cenderung stabil dan persediaan komoditas ini aman.

“Ibu-ibu harus pintar menyiasati, seperti dengan menanam cabai sendiri di rumah,” katanya.

Dia mencermati adanya selisih harga cabai di Pasar Pulung yang lebih mahal Rp 5 ribu dari Hypermart. Selisih harga itu ditengarai karena perbedaan supplier atau kemitraan.

“Harga telur dan minyak goreng relatif stabil, persediaan barang di pasaran juga aman,” terangnya.

Sedangkan untuk ketersediaan dan stabilitas harga beras, Dia percaya dengan peran Badan Urusan Logistik (Bulog). Persediaan beras Bulog mencapai 24.500 ton yang menjamin stok bahan pangan pokok aman hingga Januari mendatang.

“Bulog sudah menyiapkan beras dengan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas medium untuk menjaga keterjangkauan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Ponorogo Harjono mengungkapkan bahwa pemantauan harga dan persediaan komoditas bahan pokok itu mengantisipasi siklus inflasi yang lumrah terjadi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dan Pemkab Ponorogo sudah mengantisipasinya dengan menggelar operasi pasar.

“Sudah dua kali (operasi pasar) yang dilakukan Dinas Perdagkum dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo. TPID rencananya juga menggelar operasi pasar,” ungkapnya.

Menurutnya stok beras SPHP di gudang Bulog berasal dari petani lokal yang kualitasnya lebih baik. Dia meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu mengkonsumsi beras lokal.

“Masyarakat Ponorogo, jangan ragu membeli beras lokal karena kualitasnya lebih bagus,” tegasnya. (*)