SMK YKP Magetan, Angkat Bicara Rumor Penahanan Ijazah
KOMPAS™, MAGETAN – Beredarnya rumor penahanan ijazah milik salah satu lulusan tahun 2025, pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YKP Magetan memberikan klarifikasi tegas terkait rumor tersebut
Pihak Sekolah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
Guru wali kelas, Eva Selvia, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa siswa berinisial MDP merupakan anak dengan kategori istimewa yang selama masa pendidikan mendapatkan perhatian khusus dari pihak sekolah. Ia menjelaskan, sejak kelas 10 hingga lulus.
“Sekolah tidak pernah menutup mata terhadap kondisi keluarga siswa tersebut,” ungkapnya. Senin (2/2)
Menurutnya, hampir setiap bulan pihak sekolah berupaya memberikan bantuan kepada keluarga, meskipun hanya dalam bentuk sembako, ataupun makanan yang didapat sumbangan guru-guru secara bergantian untuk MDP.
Dia menegaskan,terkait persoalan ijazah, tidak pernah ada niatan dari sekolah untuk menahan dokumen tersebut.

Memang sebelumnya MDP pernah minta bantuan foto ijazahnya via platform media sosial, kemudian pihak sekolah menyarankan agar pengambilan ijazah dilakukan secara langsung di sekolah karena harus disertai penandatanganan berkas oleh yang bersangkutan.
“Saya sampaikan kalau membutuhkan ijazah bisa datang langsung ke sekolah, sebab harus ada penandatanganan pemberkasan oleh yang bersangkutan,” terangnya saat itu. Dan hingga saat ini MDP belum ke sekolah
Hal senada dikatakan oleh Sri Wahyuningsih dari bagian kesiswaan, bahwa di lingkungan sekolah, administrasi bukanlah hal utama dibandingkan pembinaan siswa.
“Pihak sekolah juga memahami kondisi ekonomi keluarga siswa, sehingga tidak pernah ada maksud untuk mempersulit, terkait biaya administrasi bukanlah hal utama dibandingkan pembinaan siswa,” terangnya.
Dia menambahkan bahwa sekolah tidak menahan ijazah, namun prosedur pengambilan tetap harus melalui penandatanganan beberapa berkas sebagai bentuk administrasi resmi.
“Dan, sampai sekarang yang bersangkutan belum juga datang ke sekolah, padahal kita itu sudah welcome,” tambahnya.
“Pihak sekolah tidak mempersulit apapun, kami melayani sepenuh hati,” lanjutnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Sekolah YKP Magetan, Arif Kurniawan, turut menepis isu yang berkembang. Ia menegaskan, bahwa sekolah selama ini justru berupaya memberikan yang terbaik bagi siswa, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.
Menurutnya, sejak kelas 10 hingga lulus, hampir seluruh pembiayaan pendidikan siswa tersebut telah dibantu oleh sekolah, mulai dari biaya ulangan, UKK, semesteran, hingga kebutuhan pendidikan lainnya.
“Kita sudah berupaya memberikan lebih untuk siswa tersebut, Dan kami pastikan juga tidak ada penahanan Ijazah,” ungkapnya.
“Tak hanya itu, kita pastikan juga siswa yang diisukan tersebut adalah siswa binaan kami dan selalu dalam pantauan, sebab kami menginginkan bahwa siswa tersebut harus bisa merubah nasibnya sendiri,” lanjutnya.
Dia menambahkan bahwa sekolah ini ada sistem, apalagi sekolah kami itu kategori sekolah swasta jadi harus banyak berinovasi dan sistem pun harus tetap berjalan, apalagi terkait isu bahwasanya kepala sekolah sulit untuk ditemui, itu juga tidak benar, mungkin hanya miss komunikasi saja.
“Monggo untuk siswa yang ijazahnya belum diambil bisa langsung datang ke sekolah sini, dan kami juga tidak pernah menuntut administrasi apapun,” pungkas Arif Kurniawan, Kepala Sekolah YKP Magetan. (*)